Karakteristik Penelitian

Kerlinger (2006) menjelaskan ada tiga karakteristik penelitian, yaitu (1) tujuan penelitian, (2) metode penelitian, dan (3) hubungan antara penelitian dengan ilmu.

  1. Tujuan Penelitian

Secara umum penelitian mempunyai tiga macam tujuan, yaitu :

(1) penemuan, (2) pembuktian, dan (3) pengembangan.

Penemuan berarti data dari penelitian yang dimulai dari permasalahn sampai temuan atau kesimpulan penelitian adalah benar-benar baru dan sebelumnya belum pernah ada. Misalnya dalam disiplin ilmu pemasaran, ada pendekatan baru dengan model-model perilaku konsumen yang baru atau model penetapan harga yang baru. Selanjutnya , Sangadji (2006) mengemukakan dua tujuan penelitian, yaitu : mengembangkan pengetahuan dan memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan-pertanyaan. Pembuktian berarti masalah penelitian sampai hasil atau temuan penelitian bersifat menguji atau membuktikan jika hasil penelitian masih relevan jika dilakukan di tempat lain, atau dalam waktu berbeda. Pengembangan berarti tujuan penelitian ingin mengembangkan ilmu pengetahuan yang sudah ada.

Misalnya, peneliti mengacu pada penelitian sebelumnya. Bidang ilmu, pokok permasalahan, dan variabel mungkin sama, tetapi peneliti mengembangkan indikator, menambah variabel, atau memodifikasi metode penelitiannya.

2. Metode Penelitian

Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Babbie, E., 2004). Cara ilmiah mempunyai karakteristik rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti penelitian dilakukan dengan cara-cara masuk akal dan terjangkau penalaran atau logika manusia. Empiris berarti penelitian dilakukan berdasarkan fakta-fakta di lapangan yang dapat diuji oleh orang lain atau pihak lain. Kemudian, sistematis berarti penelitian merupakan proses tertentu yang logis.

3. Hubungan Penelitian dengan Ilmu

Penelitian merupakan suatu kegiatan yang salah satu tujuannya adalah mengembangkan pengetahuan, sedangkan ilmu merupakan bagian pengetahuan yang memenuhi kriteria tertentu, yaitu (1) rasional dan (2) teruji. Pengetahuan dikatakan rasional jika disusun menggunakan pikiran dan pertimbangan yang logis dan masuk akal. Pengetahuan yang disusun dengan logika tertentu sering disebut sebagai pengetahuan yang menggunakan penalaran. Karakteristik pengetahuan rasional adalah menggunakan logika atau penalaran tertentu dalam membuat kesimpulan (Berenson, C., dan R.R., Colton 2002). Pengetahuan teruji adalah pengetahuan yang disusun berdasarkan fakta atau fenomena. Fakta dapat berupa kejadian atau segala sesuatu yang dialami dalam kehidupan nyata atau tertangkap oleh pengalaman hidup manusia (Malhotra, N.K. 2006).

Penelitian merupakan penyelidikan sistematis terhadap masalah tertentu dengan menggunakan metode ilmiah dan mengumpulkan bukti yang cukup representatif sebagai dasar untuk menarik kesimpulan. Peneliti menggunakan penalaran logis dan menghindari bias dalam menarik kesimpulan. Penelitian adalah proses pemunculan masalah dan menemukan atau menjawab masalah.

Facebook Comments
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here