Sudah barang tentu, banyaknya lulusan mahasiswa juga membuka peluang baru untuk berbagai perusahaan membuka lowongan kerja, jika tidak begitu tentunya semakin banyak lulusan namun tidak ada tempat bukan?

Lalu bagaimana dan apa sudut tanggapan berbagai lulusan baru yang sedang mencari pekerjaan ini, untuk itu kami interview beberapa calon kandidat yang hendak melamar kerja dan memang sedang mencari pekerjaan di job expo kali ini.

Sebut saja, kak reni (samaran) secara administrasi nilai IPK bagus diatas 3,5 dan memang untuk perusahaan tersebut setelah kami lihat juga rata-rata pelamar bertitile 3,5.

Sebanyak 10-50 kandidat telah masuk dalam list yang ada di excel dilayar monitor, sepertinya semuanya tertarik meninggalkan CV dan juga email diperusahaan yang satu ini.

Baiklah, kita coba ke perusahaan sebelahnya. tidak seperti perusahaan sebelumnya disini lebih sedikit yang meninggalkan CV dan email, mungkin karena perbedaan cara recruiment. jika perusahaan sebelumnya wajib daftar via online dan mungkin perusaan pertama lebih terkenal “Branded” sedangkan perusahaan kedua lebih unpopuler publik (kalangan tertentu).

Setelah ditanya, kenapa lebih banyak melamar diperusahaan pertama meskipun belum tahu titlenya daripada perusahaan kedua yang sudah jelas title, namun bedanya adalah tidak populer?

Dari kasus diatas, kebanyakan para kandidat lebih memilih apa yang mereka inginkan saja, saya ingin bekerja diperusahaan A saya ingin kerja diperusahaan B, namun masih sedikit yang mengetahui kapabilitas apa saja yang akan dilakukan dan apa saja yang perlu dipenuhi untuk menjadi seperti itu.

Disisi lain untuk para Interviewer melihat dengan cara lain, mereka memang sengaja mendaftarkan diri di Job Expo untuk beberapa tujuan, selain untuk mencari kandidat baru lulusan perguruan tinggi, mereka juga ingin populer dimata para pencari kerja (branding), secara umum mereka sudah memiliki batasan berapa jumlah maksimal kandidat yang akan diterima nanti diperusahaan mereka, sebut saja ada 500 kandidat yang telah terdaftar tentunya mereka akan memilih sesuai dengan kebutuhan bisa misalkan 50 kandidat saja.

Terlepas dari situ, memang secara umum proses seleksi berawal dari berkas, IPK dan juga CV yang telah didaftarkan. namun, ada sisi lain yang mereka nilai untuk para calon kandidat ini, apakah itu?

  1. Keahlian khusus apa yang telah dimiliki, ditekuni, dikuasai (dipelajari)
  2. Aktifitas apa yang relevan dengan bidang yang ditekuni
  3. Hal apa yang telah dibuat, sesuai dengan major yang dipilih.
  4. Hal-hal yang mendukung proses belajar sesuai dengan major yang dipilih
  5. Apakah kandidat melamar sesuai dengan kapabiliti yang dimiliki, yang dituliskan di CV dan apakah yang dituliskan tersebut juga telah dilakukan.

Pencocokan itulah yang menjadi proses pertimbangan team HRD yang kami temui sebagai bahan untuk membantu proses pengambilan keputusan apabila ada banyak kandidat yang sama dan ber IPK tinggi.

Sebagai contoh berikut :

Seorang melamar sebagai sosial media marketing di CV namun kandidat tersebut tidak memiliki sosial media atau tidak pernah menjalankan sosial media sebagai marketing. Hal tersebut tentunya kurang relevan, meskipun kita tanya mereka ingin mendaftar sebagai seorang sosial media marketing. team HRD berpesan, alangkah baiknya hal tersebut juga telah diterapkan pada dirinya sendiri.

Ibarat pepatah pernah bilang, jika belajar suatu ilmu maka cobalah untuk menerapkan ilmu tersebut pada diri sendiri dan lingkungan.

Nah, untuk teman-teman yang masih semangat mencari, semangat dan terus belajar semoga tips ini bisa menambah sedikit wawasan dan bisa bermanfaat untuk kalian.

Semoga Sukses!

Editor : Rendy / M.N

Facebook Comments
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here