[caption id="attachment_881" align="alignnone" width="300"] Source: Ramadhan.inilah.com[/caption]

Bernadus Yosep Te Victoria atau yang akrab di sapa Jos ini tidak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berputar 360 derajat, dari seorang office boy (OB) menjadi bos dari lima perusahaan dengan omset miliaran.

Perjalanan hidup Jos bagaikan mimpi di siang bolong, lahir dari keluarga petani transmigran di Lampung, Jos menjalani hidupnya seperti anak desa kebanyakan. Pagi sekolah, siang “angon” kerbau dan sore waktu dia bermain bersama teman-temannya. Dalam hidupnya bersahabat dengan kekurangan merupakan hal biasa, bahkan saat Jos duduk dibangku SMA ia rela menjadi tukang ojek untuk menambah uang saku.

Di tahun 1996 Jos memutuskan untuk mulai mengadu nasibnya ke Jakarta, dengan berbekal Ijazah SMA, ia rela bekerja menjadi apapun untuk bertahan hidup di Jakarta. Pekerjaan awal yang ia dapatkan adalah menjadi seorang sales. Setelah berhenti bekerja menjadi sales, Jos mendapatkan pekerjaan baru di “kantoran”, sebagai OB di ANTV. Ternyata, menjadi OB di ANTV menjadi titik penting yang merubah hidup Jos selanjutnya, saat ia menjadi OB Jos menyadari bahwa dia mempunyai ketertarikan di dunia penyiaran dan multimedia.

Kejadian buruk pun sempat Jos alami pada saat ia belajar mengedit menggunakan komputer kantor. Beberapa video yang hilang, namun kesalahannya itu tidak membuatnya kehilangan pekerjaan.

Tidak hanya itu, Pria kelahiran 8 September 1978 ini mendapatkan kesempatan belajar yang lebih luas pada saat pindah ke MTV Indonesia, disana Jos tetap menjadi OB, namun Daniel Tumiwa salah seorang pendiri MTV Asia yang menjabat sebagai Head of Marketing memberi akses belajar seluas luasnya kepada Jos.

Sembari bekerja dan belajar editing video, Jos menyadari bahwa pentingnya pendidikan formal yang lebih tinggi. Untuk itu Jos mendaftar kuliah di Akademi Sekolah Tinggi Bahasa Asing LIA di daerah Jakarta Selatan. Namun karena kesibukan bekerja, Jos tidak bisa menuntaskan kuliahnya.

“Kelebihan Yosep (Jos) adalah dia selalu tahu dan berupaya keras menjawab pertanyaan ‘kenapa’ kepada dirinya”, ungkap Daniel seorang yang dianggap Jos sebagai guru terpentingnya dalam bisnis yang ia tekuni. Menurut Daniel, ketika Jos menjalani dengan sungguh pekerjaan sebagai OB, dia tahu akan berkenalan dengan orang yang bisa mengubah hidupnya. Ketika Jos meyakini ketertarikannya menangani peralatan shooting, dia tahu suatu hari ia akan mempunyai banyak alat untuk memproduski film. Yosep yakin dia harus tahu manajemen, karena dia tahu akan memimpin banyak orang suatu waktu. Dan sekarang semuanya terwujud.

Ya, kini Jos memiliki lima perusahaan. Perusahaan pertama yang dibesut adalah Numedia, perusahaan ini bergerak dibidang layanan digital signage untuk media luar ruang.

Kemudian Jos mulai mengibarkan bendera ke Go Line, yaitu aplikasi berbasis sistem antrean online. Aplikasi ini biasanya ditemukan di rumah sakit.

Bisnis ketiga yang ia miliki adalah Numyseed Academy, yaitu kampus yang bergerak dibidang perhotelan dan pelayanan yang berlokasi di Cianjur, Jawa Barat.

Perusahaan keempat adalah Numotion, bergerak di bidang rumah produksi, dan graphic house.

Dan bisnis kelima nya ini adalah kamubisa.com, Web TV Channel yang menayangkan berbagai video tutorial.

Untuk mengetahui secara lebih dalam dan hal-hal penting tentang Jos, Ia menulis sebuah buku berjudul “I’am Jongos”. Dari buku itu kita bisa menemukan juga apa yang menjadi titik tolak serta daya juang Jos untuk mengubah takdir hidupnya, bukan hanya itu saja hal penting dari buku ini adalah sebuah inspirasi kerasnya bagaimana perjuangan seorang manusia mengubah takdir hidupnya.

Di sela-sela kehidupannya, Jos memiliki keinginan untuk pensiun di usia 45 tahun. Jos bertekad untuk membangun “rumah pintar”, yaitu panti penampungan bagi anak-anak yg diyatimpiatukan oleh keadaan. Di rumah ini akan diajarkan aneka macam skill, mulai dari berkebun, beternak, perbengkelan, hingga multimedia. Hal ini melatih jiwa entrepeneur mereka sekaligus menumbuhkan mental pemberi dan mengikis habis mental peminta.

Jos memiliki alasan kuat untuk membangun rumah pintar ini, karena menurutnya hidup bukan semata soal hitung-hitungan, ada saatnya memberi pelayanan. Uniknya, walaupun Jos sudah sukses, sampai sekarang ibu Jos masih berdagang sayur keliling. Jos mengaku sudah beberapa kali memohon ibu berhenti berdagang sayur dan ia akan ganti keuntungannya tiap hari. Namun beliau tidak mau, jadi Jos tidak bisa memaksakan ibunya, karena mungkin beliau menemukan kebahagiaan dengan berdagang sayur dan tetap dapat beraktivitas.

Source : swa.co.id

Penulis : Anyumii / Editor : FNA

Facebook Comments
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here