“Jangan menunda untuk mulai melakukan apa yang ingin dilakukan karena kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi di kemudian hari”- @adeprt (Owner say.with.pop)

Sekali mendayung 2-3 pulau terlewati, mungkin itulah pribahasa yang cocok untuk menggambarkan seorang Aditya Eka Purwanto. Selain bisa dibilang sukses di dunia perkuliahan ia juga sudah berani memulai bisnisnya. Aditya pria berusia 21 tahun ini, mampu merintis usahanya saat ia sedang disibukan dengan tugas dan jadwal kuliah yang sangat padat. Pada pertengahan tahun 2016, Adit sapaan akrabnya mulai merintis bisnis yang diberi nama “say with pop”. Kala itu saat Adit tengah galau, karena ditinggal sang kekasih yang baru saja dbikinkan bingkai pop up, ia melampiaskan kegalauannya dengan cara yang positif mulai dari membuat sajak atau cerita

pendek yang kemudian dikirimkan ke beberapa redaksi majalah, sampai membuat beberapa bingkai pop up Say with pop lahir dari kegalauan Adit akibat ditinggalkan oleh mantan kekasihnya, yang dulu pernah ia buatkan bingkai pop up sebagai hadiah, hebatnya Adit mampu melapmiaskan nya dengan cara yang positif, mulai dari membuat sajak atau cerita pendek yang kemudian ia kirimkan ke redaksi majalah, dan salah satu kerabat yang pernah melihat bingkai popup hasil karya Adit untuk sang mantan memberikan masukan untuk meneruskannya dan menjadikannya sebagai bisnis. Dengan modal Rp. 200.000 Adit akhirnya mencoba membuat bingkai pop up, yang kemudian ia pasarkan ke teman-teman kampus, tidak disangka cara itu bisa membuatnya mendapatkan koneksi yang menambah pelanggan baru.

[caption id="attachment_919" align="aligncenter" width="293"] source : www.instagram/say.with.pop/[/caption]

 

Namun dalam setiap usaha pasti ada jatuh bangun, itu juga berlaku pada say with pop, disaat say with pop mulai dikenal sebagai online shop yang menyediakan gift unik berbentuk bingkai popup, pesanan dari luar daerah pun bermunculan, sayangnya  saat itu Adit belum bisa mengemas bingkainya secara maksimal, sehingga ada beberapa bingkai yang pecah saat sampai ke tangan konumen. Karena kesukaannya dengan dunia design Adit tak lantas meninggalkan bisnisnya hanya karena kegagalan tersebut. Pria yang memiliki hoby main drum ini lantas secara eksperimental mulai belajar mempakage bingkainya agar pada saat konsumen menerima, bingkai pop up teersebut masih dalam keadaan bagus. Kini say with pop makin berkembang,  dapat dilihat dari omset perbulannya yang bisa mencapai Rp 4.000.000 angka yang cukup besar bukan untuk seorang Mahasiswa? Disamping bisnisnya yang terus meningkat , pria yang menyukai tokoh Mario bross ini tidak melupakan kewajiban utamanya sebagai Mahasiswa, ia tetap mengerjakan tugas kuliah yang tidak sedikit, mengikuti jadwal perkuliahan seperti biasa, dan hebatnya nilai pada setiap semester pun selalu meningkat, sampai akhirnya Mei 2018 lalu Adit berhasil lulus dari Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor dengan predikat cumlaude.

Aditya Eka Purwanto, salah satu anak muda yang bisa dijadikan contoh untuk para generasi milenial bahwa galau tidak akan menghambat untuk terus berkarya, dan jangan pernah menunda atau berhenti untuk melakukan sesuatu yang kalian suka selama itu positif, dan kalian bertanggung jawab. Well, good luck!

 

Penulis : Anyumii

Facebook Comments
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here