Starbucks dan Cerita Dibaliknya? #NgobrolingBranding

The best way to pay for a lovely moment is to enjoy it.

Digital branding adalah ilmu yang menarik untuk saya pelajari, satu hal yang membuat tertarik ketika mendengar cerita dibalik perjalanan Starbucks Coffee, yaitu salah satu bisnis yang hidup karena branding. saya yakin setiap bisnis apapun punya kekuatan dan titik lemahnya, jika kita lihat cerita dari Starbucks tadi yang berawal dari sebuah kedai kopi kecil, oh iya tahu gak sih sejarahnya, saya sedikit menulis dari buku yang saya baca, ini menarik sih yang buat saya suka branding digital.

Jadi sebelum ada starback ini,  yaitu pemilik brandnya dulu pulang dari kerja dia pulang larut malam dan mampirlah dia ke sebuah kedai kopi kecil, disitu hidup dua orang suami istri sudah tua, lalu pesanlah beliau sebuah kopi, seuatu saat dia terpikir sesuatu waktu dikedai itu… di kedai ini memang dia bukan pertama kalinya, tapi dia baru bertanya : kopi ini enak, tapi kenapa ya, kok tempatnya kecil dan mungkin tidak banyak orang tahu kopi seenak ini disini.. ya benar saja, kedua suami istri itu memang hidup dari sebuah kopi yang customernya, beli jika sepulang kantor/kerja didaerah situ. sesekali dia (founder starbukcs) bertanya lagi, kenapa kamu tidak menjual dibeberap tempat paman? oh tidak, biarlah disini saja, kami sudah tidak punya banyak tenaga untuk mengembangkan kedai ini, ini saja sudah cukup. Dari situlah mulainya, ketika sang founder terpikir, saya ingin mengembangkan kedai kopi ini dan membuatkan nama untuk kopi seenak ini paman.

Singkat cerita disinilah bertemunya Kedai Kopi + Branding + Value = coba kita ingat, jika kita rela pergi kekedai kopi, kenapa? kenapa kita tidak buat kopi dirumah?

Ada sebuah value yang dia bangun = orang-orang yang butuh tempat mencari pemikiran baru, menyendiri, mengerjakan sesuatu, sembari melepaskan penatnya. (bagi sebagian orang)

Memang tidak semua seperti itu sekali lagi (setiap produk memiliki pemiliknya sendiri) begitu juga starbucks yang lahirnya sebenarnya punya suatu value yang ingin disampaikan yaitu, dia ingin menjadi penawar lelah untuk orang-orang selepas kerja dengan konsep menenangkan dan menginspirasi.

Tapi, coba kita lihat lagi, 1 Kopi = Rp 50.000 apakah kita benar-benar membeli kopi? saya kira bukan, tapi membeli sebuah value, value inilah yang membuat apapun jadi mahal, dan membangun value itu tidak seinstan membuat kopi. tapi saya punya sedikit pengalaman, bahwa membangun value itu kuncinya adalah = ceritanya.

Jika Starbucks tidak punya cerita sekeren itu, value, visi sekeren itu mungkin sebenarnya biasa-biasa saja rasanya. Branding making the product more Valuable.

Noted : bedanya ada digambarnya.

The Review

The Legend of Zelda

8.2 Score

A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine.

PROS

  • Good low light camera
  • Water resistant
  • Double the internal capacity

CONS

  • Lacks clear upgrades
  • Same design used for last three phones
  • Battery life unimpressive

Review Breakdown

  • Design 0
  • Performance 0
  • Camera 0
  • Battery 0
  • Price 0
M. Nahrowi

M. Nahrowi

sharing things i’m learning through my passion, study, work, life, dream and others interests.🔬🇮🇩 email me : m@nahrowi.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News