Mengutip dari berbagai trend instagram, hingga trend youtube mengenai apa yang terjadi akhir-akhir ini, membuat tertarik untuk membahasnya lebih lanjut dan mungkin ingin tahu apa yang sebenarnya dilakukan. sepertinya ferarri, lamborghini bukan hal asing lagi, mungkin sudah biasa mendengar hal itu karena adanya sosial media yang viral, para crazy rich mengekspose apa yang mereka sebut itu identitas melalui sosial media, sehingga itu menjadi hal biasa dan terlihat normal. padahal jika kita tahu value price dari mobil-mobil tersebut dan juga pajak yang perlu mereka bayarkan kita akan berpikir lagi, dalam kacamata rich mindset seperti robert t. kiyosaki, tung desem waringin, menyebutkan perbedaan orang-orang ada dimana tergantung dari sumber mana mereka bekerja, penghasilan tertinggi ada pada level I. dimana mereka bisa bebas kemana saja dengan punya income tetap setiap waktu bahkan saat mereka tidur. mereka menyebutnya wisdom.
Tapi mungkin sekarang sudah bergeser, lihat saja setiap minggu sunmori ada puluhan lamborgini dan ferarri muncul dengan pajak/tahun 200jt, kalau dihitung artinya income owner dari mereka adalah lebih dari 1 Milyar/bulan seharusnya, untuk mencapai kata layak. kerja apa yang menghasilkan 1 Milyar /bulan bersih? jika gaji sekelas presiden indonesia saja 59JT. (memang tidak termasuk privillege lainnya)
Beberapa wawancara menyebutkan, penghasilan mereka rata-rata adalah 30Milyar perbulannya, maka dari itu membeli ferarri seharga 4M mungkin biasa saja, hal itu sama seperti gaji kita 30jt dan membeli jam tangan seharga 4JT dengan bunga pertahun 200rb. ini untuk mempermudah bagaimana kita menghitung saja, tapi pada dasarnya ini mengenai sebuah perjalanan darimana sebenarnya penghasilan mereka? dan kenapa Billgates tidak pernah tampil menggunakan mobil ferrari, mark zuckerberg juga hanya membeli 1 mobil yang harganya mungkin 200jtan?
INTERNET.Â
Internet mengubah kehidupan seseorang, lihat saja dari mulai youtuber, influencer, hingga para pemain crypto, NFT yang mana 1 koin mencapai 49jt, semua itu berbentuk “maya” saya menyebut ini fenomena marketing yang menarik, orang-orang memposisikan diri, berkumpul dengan orang-orang yang punya bidang yang sama, hingga pendidikan sepertinya bergeser kepercayaannya khususnya dimata generasi milenial, itu dibuktikan dari salah satu pertanyaan presiden kepada seorang anak, bahwa apa cita-cita kamu? dia menjawab jadi youtuber, kenapa? uangnya banyak. artinya persepsi uang banyak adalah jadi youtuber itu sudah merakyat.
tapi kita kembali ke konteks praktis dan akademis, saya mungkin termasuk di praktisi mengenai digital, teknologi & internet, membantu membuat bisnis dari offline to online. tapi dari selama yang saya temui dari top leader atau top master para praktisi, mereka belum juga menghasilkan 30M dalam sebulan, punya banyak ferarri, ini sedikit bertolak belakang bukan? coba kita baca lagi “orang-orang crazy rich yang membeli ferarri dalam sehari, menghasilkan pendapatan dari internet, sedangkan orang-orang praktisi internet yang menjadi mentor internet itu sendiri belum menghasilkan 30M dalam sehari atau sebulan” lhoh ini fenomena yang seperti apa modelnya? jangan-jangan selama ini kita salah guru? atau jangan-jangan kita salah sekolah? salah menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak penting? atau sebenarnya itu hanyalah sebuah entertainment? dalam buku Rich Dad, orang-orang rich mindset membeli sesuatu yang benar-benar penting, sebaliknya mereka banyak investasi ke banyak hal, sedangkan poor mindset mereka ingin menceritakan kepada banyak orang mereka kaya dan mendapatkan hal itu dari banyak liabilitas, liabilitas inilah yang membedakan riach dengan poor. (warrent buffet) lalu sebenarnya mereka bekerja dan menghasilkan income darimana?







![Isi Pidato Steve Jobs di Stanford University [Full Teks]](https://catatan.nahrowi.com/wp-content/uploads/2021/07/m-nahrowi-pidato-steve-jobs-120x86.jpg)

![Download Peta Ekosistem Industri Game Indonesia 2021-2022 [PDF]](https://catatan.nahrowi.com/wp-content/uploads/2022/07/Peta-Ekosistem-Industri-Game-Indonesia-2021-M-Nahrowi-ok-120x86.jpg)











