MENU

Daftar Premium
Daftar
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Inovasi
  • Startup
  • Digital
  • Brand
  • Studi Kasus
  • Event
  • Entrepreneur
  • Kelas Digital
  • Inspirasi
Menu
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Inovasi
  • Startup
  • Digital
  • Brand
  • Studi Kasus
  • Event
  • Entrepreneur
  • Kelas Digital
  • Inspirasi
Live TV
  • Iklan
  • Sistem Informasi
  • Marketing
  • Harian
  • Ecommerce
  • Business
  • Startup
  • Riset
  • Google
  • Konsultasi
Menu
  • Iklan
  • Sistem Informasi
  • Marketing
  • Harian
  • Ecommerce
  • Business
  • Startup
  • Riset
  • Google
  • Konsultasi
Search
Close
  • Iklan
  • Sistem Informasi
  • Marketing
  • Harian
  • Ecommerce
  • Business
  • Startup
  • Riset
  • Google
  • Konsultasi
Menu
  • Iklan
  • Sistem Informasi
  • Marketing
  • Harian
  • Ecommerce
  • Business
  • Startup
  • Riset
  • Google
  • Konsultasi
Home Brand

Bagaimana Strategi Luxury Brand Menjual Produk Mereka Saat Krisis?

M. Nahrowi by M. Nahrowi
11 Maret 2022
in Brand, Catatan, Harian Nahrowi, Marketing, Penelitian Konsumen
0
Bagaimana Strategi Luxury Brand Menjual Produk Mereka Saat Krisis?
0
SHARES
69
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Salam, semoga sepagi ini senantiasa selalu diberikan kesehatan dan banyak hal baik hari ini untuk semua, pagi ini saya mencoba merefleksi mengenai apa yang terjadi beberapa hari terakhir ini, bagi kami yang setiap harinya bergerak dalam bidang konsumen behaviour baik itu praktis atau teoritis, ini mungkin terasa tapi belum tentu dirasakan oleh orang lain. kenapa? karena ini bisa terasa karena kami menjalani hari-hari dengan ritme dan pola yang sangat dekat dengan konsumen dan market. sebagai contoh kenapa trend hari ini berubah? kenapa trend malam tadi berubah dan tidak sama dengan pagi ini? itu hal-hal yang sangat dinamis dengan perubahan hitungan jam, kami tentu waspada atau mungkin dituntut untuk waspada dengan perubahan itu.

Mengutip diskusi dalam topik business strategy, pada dasarnya yang saya dapatkan ini adalah tentang seni untuk bertahan atau melakukan penetrasi market dan dari semua hal itu tidak ada yang pasti, tidak ada yang benar-benar, karena semua harus disesuaikan dengan kondisi dan situasinya, kemampuan kita membaca dan menganalisis inilah yang perlu diasah, bukan tentang teori tapi lebih ke sensing, merasakan perubahan dan itu butuh berlatih dan praktik.

Banyak buku-buku yang mengajarkan atau menuliskan teori dan konsep strategi, misalnya good & bad strategy dalam business, ada juga strategi untuk menjadi unik dan lainnya, tapi dari semua itu tanpa adanya implementasi akan menjadi kurang rasanya, sedangkan strategi adalah seni untuk membaca dan bersikap harus melakukan apa, itupun sama seperti dalam kondisi saat ini, sebuah perusahaan barang-barang mewah yang mungkin kita lewat saja atau datang disana dengan nuansa toko yang mewah tapi dengan etalase produk yang hanya beberapa, kita bisa hitung berapa banyak orang yang datang setiap harinya bukan? lalu saat adanya pandemi ketika semua mall tutup, bagaimana mereka mempertahankan semua ke-ekslusifan mereka saat dalam krisis?

Ini menarik,

kita tahu kan, bahwa produk Apple diciptakan tidak untuk orang-orang yang membeli kuota internet bulanan saja masih mikir? maaf, maksut saya Apple diciptakan untuk orang-orang yang tidak berpikir mengenai HARGA, tidak perduli harga mahal, turun, promo, mereka tidak perduli promo karena bagi mereka promo sama halnya menjatuhkan merek itu sendiri [kami tidak murahan] katanya. so, kutipan diatas mungkin merepresentasikan, sedikit mungkin ya, saya tidak akan buka semuanya disini tentunya, tapi dalam hal diatas, kita sedang bicara mengenai kelas-kelas, ada kelas middle up dan sebaliknya, brand-brand luxury itu berfokus pada yang middle up, untuk bisa tahu bagaimana cara sebuah brand menjangkau mereka tentu mereka perlu riset dong? mereka perlu tahu apa yang disukai oleh orang-orang kelas middle up dan juga hal lebih detail lainnya, sedangkan ketika kita bertanya bagaimana strategi untuk mempertahankan brand kelas mewah saat krisis?

Sebenarnya, jauh sebelum adanya krisis, mereka sudah mengkategorikan brand mereka kepada customer yang memang bukan untuk terjual secara cepat/banyak. fokus mereka bukan hari ini terjual berapa, fokus mereka sudah next level dari sebuah produk komoditas, nah maka dari itu baik ketika kondisi krisis atau tidak, mereka tetap ada dan tidak berubah, karena mereka membangun pondasi awal brand itu memang untuk sebuah keunikan, kelangkaan dan jadi yang terbaik pada kelasnya, sehingga jenis ini tidak beroritasi pada materi semata.

jika ada lanjutan, nanti disambung… salam

M. Nahrowi

 
Previous Post

Efek Perang Rusia-Ukraina Dollar Menguat Membuat Sektor Perdagangan Menurun?

Next Post

Pengertian Unified Process (UP), Extreme Programming, dan Scrum [Catatan M. Nahrowi]

M. Nahrowi

M. Nahrowi

M. Nahrowi. sharing things i’m learning through my passion, study, work, life, dream and others interests. For Inquiry Ads/Project email me : hello@nahrowi.com / halonahrowi@gmail.com

Next Post
Pengertian Unified Process (UP), Extreme Programming, dan Scrum [Catatan M. Nahrowi]

Pengertian Unified Process (UP), Extreme Programming, dan Scrum [Catatan M. Nahrowi]

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 136 Followers
  • 206k Subscribers
  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers

meet with author

Ads

Download E-Book | Premium

Official Book from M. Nahrowi

Brand Promotions

  • Trending
  • Comments
  • Latest
THE THINKER PATUNG BERPIKIR DI PARIS, SIMBOL FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN

THE THINKER PATUNG BERPIKIR DI PARIS, SIMBOL FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN

29 Juli 2021
Isi Pidato Steve Jobs di Stanford University [Full Teks]

Isi Pidato Steve Jobs di Stanford University [Full Teks]

3 Juli 2021
Kenapa Starbucks Menjual Kopi Kalengan?

Kenapa Starbucks Menjual Kopi Kalengan?

23 September 2022
Download Peta Ekosistem Industri Game Indonesia 2021-2022 [PDF]

Download Peta Ekosistem Industri Game Indonesia 2021-2022 [PDF]

11 Juli 2022
Seni Menciptakan Fanatisme terhadap Sebuah Brand Baru by NEOFILIA X M. Nahrowi

Seni Menciptakan Fanatisme terhadap Sebuah Brand Baru by NEOFILIA X M. Nahrowi

0
Tidak Semua Orang Bisa Jadi Entrepreneur? atau Semua Orang Bisa Jadi?

Tidak Semua Orang Bisa Jadi Entrepreneur? atau Semua Orang Bisa Jadi?

0
Channel Pemasaran Mana yang Terbaik?

Channel Pemasaran Mana yang Terbaik?

0

Bisnis = Visi = Brand

0
Seni Menciptakan Fanatisme terhadap Sebuah Brand Baru by NEOFILIA X M. Nahrowi

Seni Menciptakan Fanatisme terhadap Sebuah Brand Baru by NEOFILIA X M. Nahrowi

10 Desember 2023
Kenapa Sosial Media Menjadi Sangat Penting Bagi Bisnis di Tahun 2023?

Kenapa Sosial Media Menjadi Sangat Penting Bagi Bisnis di Tahun 2023?

27 Desember 2022
Apa itu MVP? (Minimum Viable Product) dan Apa Tujuannya?

Apa itu MVP? (Minimum Viable Product) dan Apa Tujuannya?

26 September 2022
Kenapa Starbucks Menjual Kopi Kalengan?

Kenapa Starbucks Menjual Kopi Kalengan?

23 September 2022

Recent News

Seni Menciptakan Fanatisme terhadap Sebuah Brand Baru by NEOFILIA X M. Nahrowi

Seni Menciptakan Fanatisme terhadap Sebuah Brand Baru by NEOFILIA X M. Nahrowi

10 Desember 2023
Kenapa Sosial Media Menjadi Sangat Penting Bagi Bisnis di Tahun 2023?

Kenapa Sosial Media Menjadi Sangat Penting Bagi Bisnis di Tahun 2023?

27 Desember 2022
Apa itu MVP? (Minimum Viable Product) dan Apa Tujuannya?

Apa itu MVP? (Minimum Viable Product) dan Apa Tujuannya?

26 September 2022
Kenapa Starbucks Menjual Kopi Kalengan?

Kenapa Starbucks Menjual Kopi Kalengan?

23 September 2022

Ensiklopedia Moeslim

Tag Populer

apple brand branding business recovery plan catatan catatan nahrowi digital branding disrupsi ecommerce ecommerce 2022 entrepreneur founder ikea gojek google harian nahrowi ilmu pengetahuan indonesian coffee ingvar kamprad inovasi inspirasi instagram kopi M. Nahrowi marketing marketing ecommerce market riset Mark Zuckerberg meningkatkan trafik neuromarketing NPD penelitian penemu pengertian product development riset self learning starbucks startup steve jobs time management tni ad top of mind tranformasi digital unicorn indonesia woocommerce

Ads

Ads

Think Different

Google-Developers

Assosiate Partner

Connect With Us

Instagram Facebook Youtube

Copyright @ 2021 M. Nahrowi
All right reserved

Kategori

  • Tentang
  • Butuh Bantuan?
  • Konsultasi
  • Market Riset
  • Kerjasama
  • Career
  • Google Product

Network

  • Download E-book
  • Layanan Iklan
  • Press News
  • Data & Grafik
  • Toko Buku
  • Ucapan Terimakasih

kERJASAMA

M. Nahrowi. sharing things i’m learning through my passion, study, work, life, dream and others interests.

For Inquiry Ads/Project email me : hello@nahrowi.com

Home
Trending
Kategori
Video
Sign In
The password must have a minimum of 8 characters of numbers and letters, contain at least 1 capital letter, and should not exceed 20 characters
Remember me
Sign In Sign Up
Restore password
Send reset link
Password reset link sent to your email Close
No account? Sign Up Sign In
Lost Password?
google-partners-fix

Kategosi Berita

  • Teknologi
  • Bisnis
  • Digital
  • Inovasi
  • Brand
  • Entrepreneur
  • Inspirasi
  • Programming
  • Studi Kasus
  • Marketing
  • Startup
  • Event
  • Career

Media Network

  • BBC News
  • CNN Network
  • Google
  • Market Riset
  • CNBC News
  • The Daily News
  • The World
Instagram Facebook Youtube